Thursday, 15 November 2018
Kemaafan.
Apa yang kita faham tentang kemaafan?
Dendam yang terindah?
Ketahuilah…
Kadang-kadang kita perlu memaafkan seseorang itu bukanlah sebab mereka memang layak untuk dimaafkan
Tetapi…
Kita yang memerlukannya
Bagaimana mungkin kita mampu untuk bahagia jika dalam hati kita masih berdendam, masih sukar memaafkan orang lain
Hanya dengan memaafkan, hati kita akan lapang.
Saturday, 10 November 2018
Wednesday, 7 November 2018
Tuesday, 6 November 2018
Monday, 29 October 2018
TANYA SANG ANAK
Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!
Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab, "Kerana ibu lebih kuat dari ayah!"
Sang anak terdiam dan berkata, "Kenapa jadi begitu?"
Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab, "Kerana ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab, "Iya kau adalah yang terkuat!"
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.
Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,"Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!"
"Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?" Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.
Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan. "Kerana engkau adalah buah dari cintanya!
Cinta yang dapat membuat manusia tertunduk dan terdiam. Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!
Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.
Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,"Kau, kau adalah cinta kami sayang.."
-Kahlil Gibran-
KATA SELEMBAR KERTAS SEPUTIH SALJU
Kata selembar kertas seputih salju, "Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya.
Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor."
Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya.
Dan selembar kertas yang seputih salju itu tetap suci dan murni selamanya -suci dan murni- dan kosong.
-Kahlil Gibran-
Subscribe to:
Posts (Atom)


